Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1445 H Dimeriahkan di Masjid Nurul Hidayah, Cinde.

Ahad, 11 Februari 2024 – Pukul 07.00 WIB, Masjid Nurul Hidayah di Pasar Cinde, Palembang, dipenuhi jamaah untuk memperingati peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1445 Hijriah. Acara dihadiri oleh masyarakat setempat dari segala usia, mulai dari anak-anak hingga lansia, diselenggarakan dengan khidmat dan khusyuk.

Acara dibuka dengan pembacaan Ratib Samman yang dipimpin oleh Ustadz H. Sayuti, yang mengisi ruang masjid dengan kedamaian dan keharuan spiritual. Para jamaah mendengarkan dengan penuh perhatian, memperdalam makna dan keutamaan dari setiap zikir yang dibacakan.

Selanjutnya, Dr. Hj. Izzah Zen Syukri memberikan sambutan, mengucapkan terima kasih kepada semua jamaah yang telah hadir dalam acara tersebut. Beliau juga menyampaikan apresiasi atas sumbangsih baik berupa material maupun non-material yang telah diberikan untuk kelancaran acara.

Acara pun dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan oleh Al Habib Abdurrahman Al-Habsyi, yang mengupas secara mendalam kisah Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Dalam tausiyahnya, Al Habib Abdurrahman Al-Habsyi mengajak para jamaah untuk merenungkan dan meneladani perjalanan spiritual Rasulullah SAW dalam menghadapi cobaan dan memperoleh kebesaran di hadapan Allah SWT.

“Mari tingkatkan kualitas ibadah kita agar terhindar dari siksa neraka dan kelak masuk ke surganya Allah SWT” ungkap Al Habib Abdurrahman dalam tausiyahnya.

Para peserta acara tampak begitu membumi dan terpaku dalam mendengarkan tausiyah yang disampaikan dengan penuh kearifan dan hikmah tersebut. Mereka terlihat mengambil hikmah dan pelajaran yang dalam dari kisah Isra’ Mi’raj untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan penuh kekhusyukan dan khidmat, peringatan Isra’ Mi’raj ini berhasil menjadi momen yang menginspirasi dan memperdalam keimanan para jamaah yang hadir. Semoga makna dan pesan yang terkandung dalam perjalanan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW senantiasa membimbing umat Islam dalam menjalani kehidupan yang penuh dengan keberkahan dan kebaikan. (MBA)

Bagikan Berita ini di Medsos-mu!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Satuan Pendidikan Mu'adalah

Satuan Pendidikan Mu’adalah adalah program pendidikan resmi yang berada dibawah Direktorat Pendidikan Diniyyah dan Pesantren Kementrian Agama RI setelah terbitnya Peraturan Menteri Agama (PMA) No. 18 Tahun 2014 disamakan dengan pendidikan Madrasah Tsanawiyyah dan ‘Aliyah yang berada di bawah Direktorat Madrasah dan Pendidikan Agama Islam Kementrian Agama. Jadi, lulusan Satuan Pendidikan Mu’adalah akan mendapatkan ijazah yang bisa digunakan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi baik negeri maupun swasta.

Dalam program Satuan Pendidikan Mu’adalah ini pesantren diberikan kewenangan dan keleluasaan dalam mengatur kurikulum dan sistem pendidikan, serta tidak diikutkan Ujian-ujian kenegaraan. Pesantren dapat secara mandiri merancang pengembangan kompetensi santrinya dengan tetap mendapat ijazah yang diakui oleh negara.