Santri PPMS Borong Juara Spelling Bee di Ajang I-O2MEC 2026

PALEMBANG — Santri Pondok Pesantren Muqimus Sunnah (PPMS) kembali mengharumkan nama pondok dalam ajang International-O2MEC 2026. Unit Bahasa Politeknik Pariwisata Palembang menyelenggarakan kompetisi bergengsi ini pada Senin, 5 Mei 2026.

Sebanyak 202 peserta dari berbagai sekolah dan lembaga pendidikan memeriahkan kegiatan tersebut. Khusus pada cabang Spelling Bee, 25 peserta bersaing ketat menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam berbahasa Inggris. Direktur Politeknik Pariwisata Palembang turut hadir langsung untuk memberikan dukungan serta apresiasi kepada seluruh peserta.

Peserta Speeling Bee dari Pondok Pesantren Muqimus Sunnah

Ragam Kompetisi dan Prestasi Santri

I-O2MEC 2026 menghadirkan berbagai cabang perlombaan. Panitia menyelenggarakan kompetisi essay, storytelling, dan speech secara daring (online). Sementara itu, kompetisi spelling bee, singing, dan I’m The Number One berlangsung secara luring (offline).

Dalam cabang Spelling Bee Competition, dua santri PPMS sukses menyabet gelar juara setelah menyisihkan puluhan peserta lainnya. Sarah Sakinah Wijayanto berhasil meraih Juara 1, sedangkan Kgs. M. Shafwan Syauqi mengamankan posisi Juara 2.


Komitmen dan Dukungan Pondok

Keikutsertaan santri PPMS dalam ajang ini mempertegas komitmen pondok untuk mengembangkan kemampuan santri. Pihak pondok tidak hanya memfokuskan santri pada bidang agama, tetapi juga pada penguasaan bahasa asing, khususnya bahasa Inggris.

Prestasi ini membuktikan bahwa santri PPMS mampu bersaing secara positif dengan pelajar dari sekolah umum lainnya. Keberhasilan tersebut lahir dari semangat belajar, latihan rutin, serta dukungan penuh para asatidz dan pembimbing.

Sarah Sakinah Wijayanto Sebagai Juara 1 Speeling Bee
Kgs. M. Shafwan Syauqi Sebagai Juara 2 Speeling Bee

Pihak Pondok Pesantren Muqimus Sunnah berharap kegiatan serupa dapat terus menjadi sarana bagi santri untuk menyalurkan bakat, memupuk rasa percaya diri, dan memperluas pengalaman berkompetisi.

“PPMS sangat mendukung para santri untuk proaktif mengikuti berbagai perlombaan, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional. Santri harus terus belajar dan mengasah kemampuan agar siap bersaing kapan pun kesempatan itu datang,” ujar Ustadzah Diza Humairoh.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Madrasah Ulya, Ustadz Zikrullah, berharap kemenangan ini dapat memotivasi santri lain. “Semoga para santri semakin bersemangat mengembangkan bakat bahasa Inggris mereka. Kemenangan ini membuktikan bahwa santri kita mampu bersaing dengan sekolah luar secara luar biasa,” tuturnya.

Prestasi ini diharapkan menjadi langkah awal menuju capaian-capaian besar berikutnya, sekaligus menginspirasi seluruh santri PPMS untuk terus belajar dan mengharumkan nama pondok di berbagai ajang kompetisi.

Bagikan Berita ini di Medsos-mu!

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Satuan Pendidikan Mu'adalah

Satuan Pendidikan Mu’adalah adalah program pendidikan resmi yang berada dibawah Direktorat Pendidikan Diniyyah dan Pesantren Kementrian Agama RI setelah terbitnya Peraturan Menteri Agama (PMA) No. 18 Tahun 2014 disamakan dengan pendidikan Madrasah Tsanawiyyah dan ‘Aliyah yang berada di bawah Direktorat Madrasah dan Pendidikan Agama Islam Kementrian Agama. Jadi, lulusan Satuan Pendidikan Mu’adalah akan mendapatkan ijazah yang bisa digunakan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi baik negeri maupun swasta.

Dalam program Satuan Pendidikan Mu’adalah ini pesantren diberikan kewenangan dan keleluasaan dalam mengatur kurikulum dan sistem pendidikan, serta tidak diikutkan Ujian-ujian kenegaraan. Pesantren dapat secara mandiri merancang pengembangan kompetensi santrinya dengan tetap mendapat ijazah yang diakui oleh negara.