Dua Kampus, Satu Spirit: Haul Nyai Onah dan Bapak Suhardi Perkuat Nilai Keteladanan Santri

Palembang, 25 April 2026 — Pondok Pesantren Muqimus Sunnah menyelenggarakan rangkaian kegiatan Haul ke-15 Nyai Hj. Onah Siddiq dan Haul ke-5 Bapak Dr. H. Suhardi Bin Mukmin. Pihak pesantren memadukan acara tersebut dengan pembukaan Muhadarah 2026 yang mengambil tempat di dua lokasi, yakni Kampus 1 dan Kampus 3, selama beberapa hari.

Khidmat di Kampus 1 dan Kampus 3

Para santri mengawali rangkaian kegiatan di Kampus 1 dengan khotaman bil ghoib pada Kamis malam, 23 April 2026. Mereka melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an secara bergantian dalam suasana khusyuk. Pihak pesantren kemudian melaksanakan puncak acara pada Jumat malam, 24 April 2026, di Aula Tohir Kampus 1. Acara ini menghadirkan Vice President Pondok, mudir, wakil mudir, kepala madrasah, para ustadz/ustadzah, serta seluruh santri.

Sementara itu, Kampus 3 memulai kegiatannya dengan khotaman bil ghoib pada Jumat malam. Seluruh civitas akademika di sana menggelar puncak acara pada Sabtu malam, 25 April 2026, di Mushalla Kampus 3.

Pesan Keteladanan dan Keistiqamahan

Dalam sambutannya, Vice President Pondok, Bunda Izzah, menekankan pentingnya meneladani almarhum Bapak Suhardi yang semasa hidupnya sangat menjaga kebersihan. Beliau berharap nilai tersebut tumbuh menjadi budaya yang terus hidup dan para santri mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, narasi haul tersebut juga mengangkat kisah inspiratif Nyai Hj. Onah. Meski tidak menamatkan pendidikan formal tingkat sekolah dasar, beliau menunjukkan kedekatan luar biasa dengan Al-Qur’an. Nyai Hj. Onah mampu mengkhatamkan Al-Qur’an setiap enam hari sekali, sebuah bukti nyata tentang keistiqamahan dan kecintaan terhadap kitab suci.

Mencetak Generasi Berdaya Guna

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi seluruh keluarga besar Pondok Pesantren Muqimus Sunnah untuk mengenang jasa para pendahulu sekaligus memperkuat nilai-nilai keteladanan. Pihak pesantren memproyeksikan pembukaan Muhadarah 2026 sebagai sarana untuk membina kemampuan bicara dan keberanian santri dalam berdakwah. Langkah ini mendukung visi pesantren untuk mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Bagikan Berita ini di Medsos-mu!

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Satuan Pendidikan Mu'adalah

Satuan Pendidikan Mu’adalah adalah program pendidikan resmi yang berada dibawah Direktorat Pendidikan Diniyyah dan Pesantren Kementrian Agama RI setelah terbitnya Peraturan Menteri Agama (PMA) No. 18 Tahun 2014 disamakan dengan pendidikan Madrasah Tsanawiyyah dan ‘Aliyah yang berada di bawah Direktorat Madrasah dan Pendidikan Agama Islam Kementrian Agama. Jadi, lulusan Satuan Pendidikan Mu’adalah akan mendapatkan ijazah yang bisa digunakan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi baik negeri maupun swasta.

Dalam program Satuan Pendidikan Mu’adalah ini pesantren diberikan kewenangan dan keleluasaan dalam mengatur kurikulum dan sistem pendidikan, serta tidak diikutkan Ujian-ujian kenegaraan. Pesantren dapat secara mandiri merancang pengembangan kompetensi santrinya dengan tetap mendapat ijazah yang diakui oleh negara.