25 Jamaah KBIHU Aswaja Berangkat Penuh Haru Menuju Tanah Suci 2026

Palembang, 28 April 2026

Suasana haru menyelimuti prosesi keberangkatan jamaah haji yang tergabung dalam Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Aswaja. Sebanyak 25 jamaah bersama keluarga mengikuti rangkaian doa dan pelepasan di kediaman Abah Zen Syukri sebelum bertolak menuju asrama haji.

Rangkaian Ibadah dan Doa Bersama

Para jamaah mengawali kegiatan dengan salat zuhur berjamaah, lalu melanjutkan acara dengan penuh kekhusyukan. Mereka melantunkan tawassul dan ratib saman bersama-sama, menciptakan suasana religius yang mendalam. Jamaah mengikuti setiap rangkaian acara dengan khidmat sembari memanjatkan doa agar Tuhan melancarkan dan menyelamatkan perjalanan ibadah mereka.

Pesan dan Nasihat untuk Jamaah

Dalam sambutannya, Ustaz Husni Thamrin Yunus berpesan agar jamaah terus menjaga niat dan memanfaatkan momentum haji untuk bermuhasabah diri. Ia juga mengingatkan jamaah agar menjaga kesehatan dan mempererat kebersamaan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. Pada kesempatan yang sama, Bunda Izzah Zen Syukri memberikan nasihat penuh kehangatan guna menguatkan mental para jamaah dan keluarga yang hadir.

Pelepasan Menuju Asrama Haji

Doa bersama menutup acara tersebut untuk memohon perlindungan dan keberkahan bagi seluruh jamaah. Tangis haru pecah saat momen perpisahan tiba; keluarga tak kuasa menahan air mata saat melepas orang-orang tercinta yang akan menunaikan rukun Islam kelima.

Setelah menyelesaikan prosesi pelepasan, seluruh jamaah langsung berangkat menuju asrama haji sebagai tahapan awal sebelum terbang ke Tanah Suci keesokan harinya. Kegiatan ini tidak hanya menjadi simbol pelepasan, tetapi juga menjadi bentuk dukungan spiritual dan emosional. Doa serta harapan mengiringi langkah mereka agar kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur. Aamiin yaa Robbal aalamiin.

Bagikan Berita ini di Medsos-mu!

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Satuan Pendidikan Mu'adalah

Satuan Pendidikan Mu’adalah adalah program pendidikan resmi yang berada dibawah Direktorat Pendidikan Diniyyah dan Pesantren Kementrian Agama RI setelah terbitnya Peraturan Menteri Agama (PMA) No. 18 Tahun 2014 disamakan dengan pendidikan Madrasah Tsanawiyyah dan ‘Aliyah yang berada di bawah Direktorat Madrasah dan Pendidikan Agama Islam Kementrian Agama. Jadi, lulusan Satuan Pendidikan Mu’adalah akan mendapatkan ijazah yang bisa digunakan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi baik negeri maupun swasta.

Dalam program Satuan Pendidikan Mu’adalah ini pesantren diberikan kewenangan dan keleluasaan dalam mengatur kurikulum dan sistem pendidikan, serta tidak diikutkan Ujian-ujian kenegaraan. Pesantren dapat secara mandiri merancang pengembangan kompetensi santrinya dengan tetap mendapat ijazah yang diakui oleh negara.