Muqimus Sunnah Award 2026: Momentum Haru Pelepasan Santri Angkatan 12

Palembang, 18 April 2026 — Pondok Pesantren Muqimus Sunnah kembali menggelar Muqimus Sunnah Award 2026: Memorable Journey With Qur’an di Kampus 3 Pondok Pesantren Muqimus Sunnah, Sabtu (18/4). Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.00 hingga 12.00 WIB tersebut menjadi momentum istimewa untuk memberikan apresiasi kepada santri berprestasi, melaksanakan wisuda tahfizh, sekaligus melepas santri angkatan ke-12 yang telah menyelesaikan pendidikan selama enam tahun.

Rangkaian acara dimulai dengan pembacaan Surah Yasin dan Ratib Saman. Lantunan ayat dan zikir tersebut menghadirkan suasana religius dan khidmat sejak pagi. Setelah itu, para santri menampilkan berbagai pertunjukan yang menunjukkan hasil pembinaan karakter, kreativitas, serta kemampuan mereka selama menempuh pendidikan di pesantren.

Dalam kesempatan yang sama, Pondok Pesantren Muqimus Sunnah turut memberikan penghargaan kepada santri berprestasi dan karyawan teladan. Pemberian penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kerja keras, dedikasi, dan pencapaian yang telah mereka tunjukkan selama berada di lingkungan pesantren.

Memasuki acara inti, para wisudawan dan wisudawati memasuki tempat acara bersama para asatidz. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu kebangsaan, serta lagu khas Pondok Pesantren Muqimus Sunnah. Rangkaian tersebut semakin memperkuat rasa nasionalisme sekaligus kebanggaan para santri terhadap almamater.

Perjalanan panjang para santri selama enam tahun turut tergambar melalui tayangan profil dan dokumentasi. Tayangan tersebut memperlihatkan berbagai proses yang telah mereka lalui, mulai dari pembelajaran ilmu pengetahuan hingga pembentukan akhlak dan penguatan nilai-nilai keislaman.

Puncak acara berlangsung melalui prosesi wisuda yang penuh kekhidmatan. Para santri mengucapkan janji alumni sebagai wujud kesiapan untuk melanjutkan perjalanan setelah menyelesaikan pendidikan di pesantren. Janji tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi mereka untuk terus menjaga nilai-nilai yang telah ditanamkan selama berada di Pondok Pesantren Muqimus Sunnah.

Suasana haru semakin terasa ketika para santri mengikuti prosesi wisuda tahfizh. Pencapaian dalam menghafal Al-Qur’an menjadi kebanggaan bagi para santri, orang tua, asatidz, serta seluruh keluarga besar Pondok Pesantren Muqimus Sunnah. Tangis haru dan doa pun mengiringi prosesi sebagai ungkapan syukur atas perjalanan panjang yang telah mereka tempuh.

Sejumlah sambutan yang disampaikan dalam acara tersebut juga mengingatkan para santri bahwa kelulusan bukanlah akhir dari perjalanan. Sebaliknya, momentum ini menjadi awal bagi mereka untuk memperluas pengabdian dan memberikan manfaat di tengah masyarakat. Para lulusan diharapkan mampu menjaga nilai-nilai Al-Qur’an, menerapkan ilmu yang telah diperoleh, serta memberikan kontribusi nyata bagi umat dan bangsa.

Rangkaian Muqimus Sunnah Award 2026 kemudian ditutup dengan doa bersama. Doa tersebut menjadi penutup sekaligus ungkapan syukur atas seluruh proses pendidikan yang telah dilalui para santri angkatan ke-12.

Mengusung tema “Memorable Journey With Qur’an”, Muqimus Sunnah Award 2026 menjadi pengingat bahwa perjalanan bersama Al-Qur’an tidak berakhir ketika para santri meninggalkan pesantren. Nilai, ilmu, dan kecintaan terhadap Al-Qur’an yang mereka tumbuhkan selama berada di pesantren diharapkan terus melekat dalam kehidupan mereka serta menjadi bekal untuk mengabdi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Bagikan Berita ini di Medsos-mu!

Satuan Pendidikan Mu'adalah

Satuan Pendidikan Mu’adalah adalah program pendidikan resmi yang berada dibawah Direktorat Pendidikan Diniyyah dan Pesantren Kementrian Agama RI setelah terbitnya Peraturan Menteri Agama (PMA) No. 18 Tahun 2014 disamakan dengan pendidikan Madrasah Tsanawiyyah dan ‘Aliyah yang berada di bawah Direktorat Madrasah dan Pendidikan Agama Islam Kementrian Agama. Jadi, lulusan Satuan Pendidikan Mu’adalah akan mendapatkan ijazah yang bisa digunakan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi baik negeri maupun swasta.

Dalam program Satuan Pendidikan Mu’adalah ini pesantren diberikan kewenangan dan keleluasaan dalam mengatur kurikulum dan sistem pendidikan, serta tidak diikutkan Ujian-ujian kenegaraan. Pesantren dapat secara mandiri merancang pengembangan kompetensi santrinya dengan tetap mendapat ijazah yang diakui oleh negara.