KBIHU ASWAJA Berangkatkan 22 Jamaah Umrah, Siap Ziarah ke Alexandria dan Beribadah di Tanah Suci

PALEMBANG — Sebanyak 22 jamaah Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) ASWAJA memulai perjalanan ziarah ke Alexandria dan ibadah umrah pada Kamis, 8 Oktober 2026. Para jamaah bertolak dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II) Palembang sekitar pukul 12.00 WIB.

22 jamaah umrah KBIHU ASWAJA berangkat dari Bandara SMB II Palembang

Keberangkatan ini menjadi momen istimewa bagi para jamaah yang telah mempersiapkan diri untuk menjalani perjalanan spiritual ke sejumlah tempat bersejarah sekaligus menunaikan ibadah umrah di Tanah Suci. Melalui rangkaian perjalanan tersebut, jamaah diharapkan dapat memperdalam pengalaman keagamaan, memperbanyak doa, dan mengambil hikmah dari setiap tempat yang dikunjungi.

Sebelum keberangkatan, Mudir Pondok Pesantren Muqimus Sunnah, Abuya K.H.M. Husni Thamrin Yunus, memberikan arahan dan pesan kepada seluruh jamaah. Ia mengingatkan mereka agar menjaga ketertiban, memperhatikan kesehatan, serta senantiasa meluruskan niat dalam menjalani perjalanan ibadah.

Arahan Mudir PPMS sebelum keberangkatan Jamaah Umroh

Abuya juga menekankan pentingnya menjaga kondisi fisik selama perjalanan. Dengan tubuh yang sehat dan stamina yang terjaga, jamaah diharapkan dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik serta menjalankan ibadah secara optimal.

Selama perjalanan, Vice President Pondok Pesantren Muqimus Sunnah, Bunda Dr. Hj. Izzah Zen Syukri, M.Pd., akan mendampingi langsung ke-22 jamaah tersebut. Kehadiran pendamping diharapkan dapat membantu jamaah mengikuti rangkaian ziarah dan ibadah dengan lebih nyaman serta terarah.

Vice President PPMS

Suasana haru dan bahagia mewarnai prosesi keberangkatan di bandara. Sejumlah anggota keluarga mengantarkan jamaah hingga ke titik keberangkatan. Doa dan salam perpisahan mengiringi langkah mereka sebelum memulai perjalanan menuju Alexandria dan Tanah Suci.

Bagi para jamaah, perjalanan ini bukan sekadar perpindahan dari satu negara ke negara lain, melainkan kesempatan untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Mereka diharapkan dapat memanfaatkan setiap kesempatan untuk memperbanyak doa, menumbuhkan rasa syukur, dan memperkuat keimanan.

KBIHU ASWAJA berharap seluruh jamaah senantiasa memperoleh kesehatan, keselamatan, serta kemudahan sejak keberangkatan hingga kembali ke Tanah Air. Para jamaah juga diharapkan menjaga kebersamaan, mengikuti arahan pembimbing, dan menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan khusyuk.

Lebih dari itu, perjalanan umrah ini diharapkan membawa dampak positif bagi kehidupan jamaah setelah kembali ke tengah keluarga dan masyarakat. Nilai-nilai kesabaran, kedisiplinan, ketulusan, dan kedekatan kepada Allah SWT diharapkan terus tumbuh dan tercermin dalam kehidupan sehari-hari.

TIM KBIHU Aswaja Palembang-Indonesia

Dengan iringan doa dan harapan, KBIHU ASWAJA melepas keberangkatan 22 jamaah tersebut untuk menjalani perjalanan yang penuh makna. Semoga Allah SWT memberikan kelancaran dalam setiap langkah, menerima seluruh amal ibadah, mengabulkan doa-doa mereka, serta mengantarkan seluruh jamaah kembali ke Tanah Air dalam keadaan sehat, selamat, dan membawa keberkahan bagi keluarga serta masyarakat.

Bagikan Berita ini di Medsos-mu!

Satuan Pendidikan Mu'adalah

Satuan Pendidikan Mu’adalah adalah program pendidikan resmi yang berada dibawah Direktorat Pendidikan Diniyyah dan Pesantren Kementrian Agama RI setelah terbitnya Peraturan Menteri Agama (PMA) No. 18 Tahun 2014 disamakan dengan pendidikan Madrasah Tsanawiyyah dan ‘Aliyah yang berada di bawah Direktorat Madrasah dan Pendidikan Agama Islam Kementrian Agama. Jadi, lulusan Satuan Pendidikan Mu’adalah akan mendapatkan ijazah yang bisa digunakan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi baik negeri maupun swasta.

Dalam program Satuan Pendidikan Mu’adalah ini pesantren diberikan kewenangan dan keleluasaan dalam mengatur kurikulum dan sistem pendidikan, serta tidak diikutkan Ujian-ujian kenegaraan. Pesantren dapat secara mandiri merancang pengembangan kompetensi santrinya dengan tetap mendapat ijazah yang diakui oleh negara.