Maulid Nabi di Kampus 2 PPMS, Mahasantri Perkuat Cinta kepada Rasulullah SAW

Palembang — Suasana khidmat dan hangat menyelimuti Kampus 2 Pondok Pesantren Muqimus Sunnah (PPMS) pada Ahad (30/8/2026) sore. Seluruh mahasantri dan asatidz mengikuti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang berlangsung pukul 15.30–17.00 WIB.

Kampus 2 PPMS menjadi lingkungan khusus bagi mahasiswa yang memilih menjalani kehidupan kepesantrenan di tengah aktivitas perkuliahan. Para mahasantri tetap menempuh pendidikan di perguruan tinggi masing-masing, kemudian kembali ke Kampus 2 sebagai tempat tinggal sekaligus ruang pembinaan keagamaan dan karakter.

Mahasantri Perempuan Ikuti Peringatan Maulid Nabi

Seluruh mahasantri Kampus 2 PPMS yang mengikuti kegiatan tersebut merupakan perempuan. Sejumlah Bapak dan Ibu tamu undangan turut menghadiri acara sehingga suasana peringatan Maulid Nabi semakin semarak dan khidmat.

Rangkaian kegiatan semakin meriah melalui penampilan hadroh dari santriwati Kampus 1 PPMS. Para santriwati membawakan lantunan shalawat yang menghadirkan suasana religius sekaligus mengajak para mahasantri untuk terus menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW.

Maulid Nabi Jadi Momentum Penguatan Akhlak

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi ruang bagi PPMS untuk memperkuat nilai-nilai akhlak para mahasantri.

Mudir dan Vice President PPMS menyampaikan motivasi serta nasihat kepada para mahasantri. Mereka mengajak mahasantri menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Nasihat tersebut tidak hanya menekankan aspek ibadah, tetapi juga mengingatkan pentingnya menjaga sikap, perkataan, dan perilaku sebagai seorang muslimah di tengah kehidupan bermasyarakat dan perkembangan zaman.

Para mahasantri didorong untuk menjadi pribadi yang berilmu, berakhlak, dan mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Pendidikan Akademik Berjalan Seiring dengan Pembentukan Karakter

Peringatan Maulid Nabi di Kampus 2 PPMS mengingatkan bahwa kehidupan mahasiswa tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik. Di lingkungan pesantren, proses menuntut ilmu berjalan beriringan dengan pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai keislaman.

Melalui kegiatan tersebut, PPMS berharap para mahasantri semakin dekat dengan keteladanan Rasulullah SAW. Semangat akhlak mulia juga diharapkan dapat mereka bawa dalam kehidupan di kampus, pesantren, keluarga, maupun masyarakat.

Dengan demikian, peringatan Maulid Nabi menjadi bagian dari proses pembinaan mahasantri agar mampu memadukan ilmu, akhlak, dan kontribusi positif dalam kehidupan sehari-hari.

Bagikan Berita ini di Medsos-mu!

Satuan Pendidikan Mu'adalah

Satuan Pendidikan Mu’adalah adalah program pendidikan resmi yang berada dibawah Direktorat Pendidikan Diniyyah dan Pesantren Kementrian Agama RI setelah terbitnya Peraturan Menteri Agama (PMA) No. 18 Tahun 2014 disamakan dengan pendidikan Madrasah Tsanawiyyah dan ‘Aliyah yang berada di bawah Direktorat Madrasah dan Pendidikan Agama Islam Kementrian Agama. Jadi, lulusan Satuan Pendidikan Mu’adalah akan mendapatkan ijazah yang bisa digunakan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi baik negeri maupun swasta.

Dalam program Satuan Pendidikan Mu’adalah ini pesantren diberikan kewenangan dan keleluasaan dalam mengatur kurikulum dan sistem pendidikan, serta tidak diikutkan Ujian-ujian kenegaraan. Pesantren dapat secara mandiri merancang pengembangan kompetensi santrinya dengan tetap mendapat ijazah yang diakui oleh negara.