Penuh Kreativitas, Santri PPMS Meriahkan Maulid Nabi dengan Shalawat dan Syarhil Qur’an

Palembang — Pondok Pesantren Muqimus Sunnah (PPMS) Kampus 3 menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan khidmat dan semarak pada Ahad, 30 Agustus 2026. Seluruh santri dan asatidz PPMS mengikuti kegiatan yang berlangsung pada malam hari hingga selesai tersebut.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum bagi keluarga besar PPMS untuk mengenang kembali keteladanan Rasulullah SAW sekaligus menumbuhkan kecintaan kepada Baginda Nabi Muhammad SAW. Panitia menghadirkan rangkaian kegiatan yang memadukan nilai religius, edukasi, dan kreativitas santri.

Santri Tampilkan Kreasi Shalawat dengan Alat Sederhana

Para santri mengawali acara dengan tilawah Al-Qur’an. Setelah itu, suasana semakin semarak ketika para santri menampilkan kreasi shalawat.

Dalam penampilan tersebut, para santri memanfaatkan berbagai benda sederhana sebagai alat musik, seperti centong air, hanger, dan perlengkapan lainnya. Mereka mengolah benda-benda tersebut menjadi bagian dari iringan shalawat dengan penuh kreativitas dan kekompakan.

Kreativitas itu menunjukkan bahwa keterbatasan alat tidak menghalangi santri untuk berkarya dan mengekspresikan kecintaan kepada Rasulullah SAW. Para santri mengemas lantunan shalawat menjadi penampilan yang menarik sekaligus tetap sarat dengan nilai-nilai keislaman.

Syarhil Qur’an Latih Keberanian Santri

Selain kreasi shalawat, para santri juga menampilkan Syarhil Qur’an. Melalui penampilan tersebut, santri mendapat ruang untuk menyampaikan pesan-pesan Al-Qur’an sekaligus mengasah kemampuan berbicara di hadapan khalayak.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembinaan yang mendorong santri untuk berani tampil, menyampaikan pesan keagamaan, dan mengembangkan kemampuan komunikasi.

Rangkaian acara kemudian berlanjut dengan motivasi dan nasihat dari Mudir serta Vice President Pondok Pesantren Muqimus Sunnah. Keduanya menekankan pentingnya menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam berbagai aspek kehidupan.

Para santri juga mendapat pesan agar tidak menjadikan peringatan Maulid Nabi sekadar kegiatan seremonial. Mereka diajak untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik ketika berinteraksi dengan guru, orang tua, teman, maupun masyarakat.

Maulid Nabi Jadi Momentum Pembinaan Akhlak Santri

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kampus 3 PPMS menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan santri kepada Rasulullah SAW. Rangkaian tilawah, kreasi shalawat, Syarhil Qur’an, hadroh, serta nasihat menghadirkan perpaduan antara syiar Islam, kreativitas, dan pembinaan santri.

Melalui kegiatan tersebut, PPMS tidak hanya mengajak santri mengenang keteladanan Rasulullah SAW, tetapi juga mendorong mereka untuk mengamalkan nilai-nilai akhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan memadukan kegiatan keagamaan dan kreativitas santri, peringatan Maulid Nabi di Kampus 3 PPMS diharapkan mampu menjadi sarana untuk membentuk santri yang berani berkarya, memiliki kemampuan berkomunikasi, serta menjadikan akhlak Rasulullah SAW sebagai pedoman dalam kehidupan.

Bagikan Berita ini di Medsos-mu!

Satuan Pendidikan Mu'adalah

Satuan Pendidikan Mu’adalah adalah program pendidikan resmi yang berada dibawah Direktorat Pendidikan Diniyyah dan Pesantren Kementrian Agama RI setelah terbitnya Peraturan Menteri Agama (PMA) No. 18 Tahun 2014 disamakan dengan pendidikan Madrasah Tsanawiyyah dan ‘Aliyah yang berada di bawah Direktorat Madrasah dan Pendidikan Agama Islam Kementrian Agama. Jadi, lulusan Satuan Pendidikan Mu’adalah akan mendapatkan ijazah yang bisa digunakan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi baik negeri maupun swasta.

Dalam program Satuan Pendidikan Mu’adalah ini pesantren diberikan kewenangan dan keleluasaan dalam mengatur kurikulum dan sistem pendidikan, serta tidak diikutkan Ujian-ujian kenegaraan. Pesantren dapat secara mandiri merancang pengembangan kompetensi santrinya dengan tetap mendapat ijazah yang diakui oleh negara.