PALEMBANG — Suasana hangat dan penuh kebersamaan menyelimuti lingkungan Pondok Pesantren Muqimus Sunnah (PPMS) Palembang sepanjang pekan ini. Pihak pesantren sukses menggelar agenda kunjungan bulanan orang tua santri untuk periode Juni 2026.

Pertemuan rutin ini berlangsung dalam dua sesi guna mengantisipasi kepadatan. Sesi pertama bertempat di Kampus 1 pada Jumat (4/6/2026), sementara sesi kedua berlanjut di Kampus 3 pada Ahad (7/6/2026). Sejak pukul 07.30 WIB hingga 15.00 WIB, area pondok pesantren tampak ramai oleh aktivitas keluarga santri.
Pihak pengelola PPMS sengaja merancang agenda rutin setiap awal bulan ini sebagai sarana efektif untuk mempererat hubungan emosional antara orang tua dan para santri selama menempuh pendidikan di pesantren.
Momen Hangat Melepas Rindu dan Berbagi Cerita
Sejak pagi hari, para wali santri mulai memadati area pondok untuk menemui putra-putri mereka. Mereka memanfaatkan momen berharga ini untuk melepas rindu, mendengarkan cerita keseharian anak, memberikan motivasi belajar, hingga memastikan kondisi kesehatan santri selama berada di asrama.
Kehangatan semakin terasa saat para orang tua membuka bekal makanan yang mereka bawa dari rumah untuk dinikmati bersama anak-anak mereka. Obrolan ringan, canda tawa, dan interaksi hangat yang tercipta di berbagai sudut area kunjungan mempertegas kedekatan hubungan keluarga tersebut. Para santri pun membalas kehadiran orang tua mereka dengan antusiasme yang tinggi.
Menjaga Keseimbangan Pendidikan dan Dukungan Moral Keluarga
Melalui kunjungan bulanan ini, Ponpes Muqimus Sunnah berupaya menjaga keseimbangan antara proses pendidikan disiplin berasrama dan kedekatan emosional santri dengan keluarga. Manajemen pesantren meyakini bahwa waktu khusus ini mampu menyuplai dukungan moral dan suntikan semangat baru bagi santri tanpa mengganggu ritme kegiatan belajar mengajar di pondok.
Dengan mempertahankan agenda rutin ini, Pondok Pesantren Muqimus Sunnah terus berkomitmen membangun lingkungan pendidikan yang komprehensif. Pesantren tidak hanya fokus membina ilmu dan karakter santri, tetapi juga aktif merawat tali silaturahmi dengan keluarga sebagai pilar penting dalam keberhasilan proses pendidikan yang berkelanjutan.




