Setelah Pelaksanaan Penyembelihan Hewan DAM Haji Tamatu'
PALEMBANG – Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) ASWAJA menggelar penyembelihan DAM Haji Tamatu’ bagi para jamaah haji pada Ahad, 17 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung di Kampus 3 Pondok Pesantren Muqimus Sunnah ini menjadi bagian dari upaya lembaga untuk membantu jamaah menunaikan kewajiban ibadah haji secara syar’i, amanah, dan penuh tanggung jawab.
Sebanyak 29 jamaah haji tamatu’ mempercayayakan pelaksanaan DAM mereka melalui KBIHU ASWAJA. Guna memenuhi kewajiban tersebut, pihak panitia menyembelih 29 ekor domba yang telah lolos kriteria sehat, layak, dan memenuhi seluruh ketentuan syariat Islam.
Transparan dan Sesuai Syariat
Panitia mengawali kegiatan dengan memeriksa kondisi hewan guna memastikan kesehatan dan kelayakannya. Selanjutnya, tim berpengalaman memimpin proses penyembelihan agar tetap sesuai dengan tuntunan syariat Islam. Sebagai bentuk transparansi dan pertanggungjawaban kepada para jamaah, panitia juga mendokumentasikan seluruh rangkaian kegiatan tersebut.
Setelah menyelesaikan proses penyembelihan, pihak KBIHU ASWAJA langsung mendistribusikan daging DAM kepada:
Para santri Pondok Pesantren Muqimus Sunnah
Masyarakat sekitar
Anak yatim
Kaum duafa
Penyaluran ini bertujuan untuk memberikan manfaat yang luas sekaligus menghadirkan keberkahan bagi para jamaah yang saat ini sedang menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.
Wujud Ketundukan Kepada Allah SWT
Mudir Ponpes Muqimus Sunnah, K.H.M. Husni Thamrin Yunus, menyampaikan bahwa pelaksanaan DAM bukan sekadar memenuhi kewajiban fikih, tetapi juga menjadi wujud nyata ketundukan seorang hamba kepada Allah SWT.
“DAM Haji Tamatu’ adalah bentuk ketaatan kepada Allah SWT dan bagian dari kesempurnaan ibadah haji. Kami berupaya agar amanah para jamaah terlaksana sesuai syariat, transparan, dan memberikan manfaat kepada mereka yang membutuhkan. Semoga seluruh jamaah KBIHU ASWAJA memperoleh haji yang mabrur dan kembali ke tanah air dengan membawa keberkahan,” ujar beliau.
Kegiatan ini sekaligus membuktikan komitmen KBIHU ASWAJA dalam memberikan pelayanan terbaik kepada para jamaah. Pelayanan tersebut tidak hanya mencakup pembimbingan manasik dan perjalanan ibadah, tetapi juga memastikan setiap kewajiban haji terlaksana dengan benar dan penuh tanggung jawab.
Melalui penyelenggaraan penyembelihan DAM Haji Tamatu’ ini, KBIHU ASWAJA berharap seluruh jamaah dapat menunaikan ibadah haji dengan tenang dan khusyuk, serta memperoleh predikat haji mabrur. Predikat haji yang tidak hanya membawa perubahan bagi diri sendiri, tetapi juga menjadi cahaya dan keberkahan bagi keluarga, masyarakat, dan umat.
Satuan Pendidikan Mu’adalah adalah program pendidikan resmi yang berada dibawah Direktorat Pendidikan Diniyyah dan Pesantren Kementrian Agama RI setelah terbitnya Peraturan Menteri Agama (PMA) No. 18 Tahun 2014 disamakan dengan pendidikan Madrasah Tsanawiyyah dan ‘Aliyah yang berada di bawah Direktorat Madrasah dan Pendidikan Agama Islam Kementrian Agama. Jadi, lulusan Satuan Pendidikan Mu’adalah akan mendapatkan ijazah yang bisa digunakan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi baik negeri maupun swasta.
Dalam program Satuan Pendidikan Mu’adalah ini pesantren diberikan kewenangan dan keleluasaan dalam mengatur kurikulum dan sistem pendidikan, serta tidak diikutkan Ujian-ujian kenegaraan. Pesantren dapat secara mandiri merancang pengembangan kompetensi santrinya dengan tetap mendapat ijazah yang diakui oleh negara.