PALEMBANG – Santri Pondok Pesantren Muqimus Sunnah (PPMS) kembali mengukir prestasi membanggakan dalam ajang Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) VII Tingkat Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2026. Kompetisi yang berlangsung pada Jumat, 23 Oktober 2026 tersebut digelar di Pondok Pesantren SMB Palembang dan diikuti oleh santri dari berbagai lembaga pendidikan diniyah di Sumatera Selatan.
Dalam ajang tersebut, delegasi PPMS berhasil meraih tiga prestasi dari cabang olahraga dan keilmuan Islam. Capaian ini menunjukkan bahwa santri tidak hanya memiliki kemampuan dalam mendalami ilmu agama, tetapi juga mampu mengembangkan potensi dan berkompetisi di berbagai bidang.
Adapun tiga prestasi yang berhasil diraih santri PPMS dalam PORSADIN VII Tingkat Provinsi Sumatera Selatan 2026 meliputi:
1. Juara 1 Lari Sprint 100 Meter Putra
Prestasi tertinggi berhasil diraih oleh Muhamad Fatturahman pada cabang Lari Sprint 100 Meter Putra. Keberhasilan ini menjadi kebanggaan bagi keluarga besar PPMS sekaligus menunjukkan semangat, ketangkasan, dan daya juang santri dalam bidang olahraga.
2. Juara 2 Tenis Meja Putri
Pada cabang olahraga Tenis Meja Putri, Ralinsa Zuhmeira Saleh berhasil meraih Juara 2. Pencapaian ini menjadi bukti semangat berlatih, ketekunan, dan kemampuan santri dalam menghadapi persaingan dengan peserta dari berbagai daerah di Sumatera Selatan.
3. Juara 3 Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) Safinatun Najah Putri
Prestasi berikutnya datang dari bidang keilmuan Islam. Naila Talita berhasil meraih Juara 3 pada cabang Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) Kitab Safinatun Najah Putri. Capaian ini mencerminkan kesungguhan santri dalam mempelajari, memahami, dan mendalami kitab-kitab keislaman yang menjadi bagian penting dari tradisi pendidikan pesantren.
Pendidikan pesantren tidak hanya membekali santri dengan ilmu agama, tetapi juga mendorong mereka untuk mengembangkan kemampuan, karakter, dan keterampilan dalam berbagai bidang.
Lebih dari sekadar meraih gelar juara, keikutsertaan dalam PORSADIN memberikan pengalaman berharga bagi para santri. Melalui kompetisi ini, santri belajar membangun kedisiplinan, meningkatkan kepercayaan diri, memperkuat mental, serta menjunjung tinggi nilai sportivitas. Setiap proses yang dilalui menjadi bagian dari pembelajaran untuk tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.
Pondok Pesantren Muqimus Sunnah berharap prestasi ini dapat memotivasi seluruh santri untuk terus mengembangkan potensi, meningkatkan kemampuan, dan tidak pernah berhenti belajar. Bagi santri yang berhasil meraih juara, kemenangan ini bukanlah akhir perjalanan, melainkan langkah awal untuk mencapai prestasi yang lebih tinggi. Sementara itu, bagi santri yang belum berhasil, pengalaman kompetisi hendaknya menjadi penyemangat untuk terus berusaha dan memperbaiki diri.
Sebab, santri hebat bukan hanya mereka yang berdiri di podium kemenangan, tetapi juga mereka yang tidak pernah menyerah dalam perjuangan. Dengan ilmu sebagai bekal, akhlak sebagai landasan, serta kerja keras dan doa sebagai kekuatan, santri diharapkan mampu menjadi generasi penerus yang memberikan manfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat.